Random Posts

Kuliner Jogja Tengkleng Gajah, Bukan Gajah Biasa


            Whatsuppp people ! akhir-akhir ini lagi marak di sosmed tentang pembantaiaan gajah, harimau, orang utan dan habitat hutan lainnya. Sungguh miris melihatnya, kemerdekaan mereka di renggut. Hutan yang seharusnya tempat tinggal mereka, dibabat habis demi kepentingan beberapa pengusaha sawit. Jalur imigrasi mereka di putus. Walaupun saya buka aktifis perlindungan satwa, tapi saya pecinta hewan yang punya cita-cita membangun kebun binatang mini yang isinya hewan unyu-unyu.
            Ini perlu ditanggapi serius oleh pemerintah tentang perlindungan satwa liar dan peraturan perijinan kebun kelapa sawit. Karena kalau dibiarkan lama kelamaan habitat hewan di Indonesia yang hampir punah akan benar-benar punah. Please buat orang yang dipekerjakan perusahaan sawit untuk membantai para hewan di hutan, please open your eyes and open your heart.
            Kali ini kuliner tentang tengkleng gajah juga masuk dalem pembahasan artikel kuliner hari ini. Tengkleng gajah yang bukan gajah biasa ini menjadi buruan para pencari makan siang, baik warga lokal maupun wisatawan.
            Dua tahun belakangan ini tengkleng gajah yang terletak di kawasan jalan kaliurang Yogyakarta sedang ramai dikunjungi para penjajah kuliner. Yang dimana sebelumnya tengkleng gajah ini jarang dikunjungi, terlihat sepinya kendaraan yang parkir di tengkleng gajah ini. Setiap kali dulu lewat depan selalu bertany-tanya “tengkleng gajah” wah ini kuliner ekstrim ni. Makanya jarang dikunjungi orang. Sayapun takut untuk nyoba, secara ini daging yang gak umum  dan belum pernah saya makan sebelumnya.
            Suatu hari teman saya ngajak makan siang ke tengkleng gajah, sempat kaget. Ternyata temen saya doyan makanan ekstrim. Bah ! sebagai obat penasaran saya akhirnya saya iyakan ajakannya, walaupun saya enggan untuk mencicipi kalau itu bener-bener daging gajah.           
            Bommm!! Perkiraan selama ini salah ! ternyata ini daging kambing yang porsinya gede! Satu porsi tongseng gajah bisa untuk dua orang karena saking gedenya. Dan rasanya pun bom! Pedes-pedes mantap. Apalagi kuah kuningnya yang membalut ke daging dan tulang kambing. Menambah kuah serasa kuah kaldu kambing! Ya iya masak kaldu ayam.


            Dalam hati saya berjanji akan kembali lagi makan disini, sudah porsinya gede, nasi ambil sendiri, free Wi-fi. Beli sekali ambil nasi banyak, simpan di perut, bisa deh buat cadangan perut sampai besok (trik anak kos).

            Dengan semakin meraknya anak-anak jaman sekarang foto sebelum makan terus di posting di path, instagram, twitter, facebook, snapchat, friendster dan medsos apalah yang dimana setelah update semua ke medsos makanan jadi dingin F***! I hate it! Dengan maraknya tradisi begituan, owner tengkleng gajah ataupun owner-owner kuliner lainnya merasa diuntungkan dalam segi bisnis. Mereka bisa promosi secara gratis dan Cuma-Cuma di media socia konsumen. Yeay!
            Medsos berdampak sangat besar dan bomm!! Sekarang tengkleng gajah rame parah! Pecah abis. Apalagi kalau kamu dateng weekend rame minta ampun. Karena tengkleng gajah ini bukan hanya tenar di medsos tapi juga rasanya enak dan bumbunya pedas-pedas pas di lidah. Sekitar size M. Sehingga pengunjung tidak hanya mampir sekali tapi berkali-kali. Saya aja udah lima kali kalau gak salah, hehe.
            Buat kalian yang di Jogja maupun rencana ke Jogja wajib ini kunjungi kuliner satu ini. Rasanya pecah abis!
Point 8/10
Alamat tengkleng gajah : Jalan kaliurang Km. 9,3, Bulurejo, Yogyakarta.

            Masih susah cari alamatnya? Yuk buka google maps. Disitu sudah jelas kok arah-arah jalannya.

Kuliner Jogja Tengkleng Gajah, Bukan Gajah Biasa Kuliner Jogja Tengkleng Gajah, Bukan Gajah Biasa Reviewed by Arief kepler on April 05, 2016 Rating: 5

No comments

Home Style Widget

Video of the Day